Pendidikan di Indonesia , saya memikirkan sesuatu tentang itu. Di mana para pelajar di Indonesia dituntut untuk menguasai 14 mata pelajaran. Dituntut untuk mencapai nilai diatas standard yang telah ditentukan. Sayangnya, pelajar belum bisa kritis terhadap satu permasalahan, mereka hanya dipaksa untuk bisa mengerjakan soal, mendapatkan nilai diatas standard, serta memahami semua materi di 14 pelajaran tersebut. Tetapi mereka tetap saja tidak bisa berkembang pesat, kreatifitas mereka masih terbatas, di Jepang saja, pelajar SD sudah diajarkan untuk membuat robot, sedangkan di ndonesia ? Pelajar Indonesia kebanyakan hanya diajarkan secara teori, sedangkan prakteknya hanya sedikit.
Belum lagi, di rumah , pelajar dipaksa orang tua untuk belajar, belajar, dan belajar. Apalagi untuk siswi sebagian orang tua mereka "mungkin" mengatakan seperti ini "nilai rapormu semester ini jelek, mulai sekarang jangan malam mingguan lagi, gak boleh main, pulang sekolah harus langsung ke rumah, saat ujian, HPmu, ayah/ibu yang pegang" pikiran mereka akan terbebani dengan paksaan orang tua , kemudian di sekolah, guru juga mengatakan "kenapa nilai kamu selalu kurang? Apakah ibu/bapak guru kurang jelas dalam mengajar? Kalau seperti ini terus kamu bisa-bisa tidak naik kelas" beban pikiran siswa akan bertambah. Mereka akan susah mengembangkan kreatifitas, kritis terhadap suatu permasalahan. Kalau untuk nilai saja sangat gampang di peroleh, tetapi yang terpenting, bagaimana siswa bisa menguasai satu bidang yang mereka minati, tanpa paksaan dari orang lain, sehingga mereka menjalankan dengan ikhlas, senang, dan bersungguh-sungguh , agar bisa sukses di bidang tersebut. Memang , pelajaran yang lain juga akan bermanfaat bagi siswa, tetapi jika diajarkan terlalu mendalam, apakah siswa tersebut akan menggunakan ilmu tersebut secara menyeluruh? Tentunya mereka akan menggunakan sesuai dengan bidang yang mereka minati. Dan seharusnya bidang mereka mulai diarahkan sejak dini, sehingga mereka akan bersungguh-sungguh mempelajari bidang tersebut tanpa tuntutan yang terlalu memaksa mereka memperoleh nilai yang sempurna. Kemudian mereka bisa menerapkannya di masyarakat dengan baik, dan ilmu tersebut tidak sia-sia.
Sekian sedikit pemikiran dari saya , apabila ada kesalahan saya mohon maaf, terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar